Sabtu, 22 Oktober 2011

Aku bukan manusia setengah Dewa

Tumpukan benang kusut berwarna-warni. Tumpukan kesempatan mencabut ujung tanpa mengacaukan kusutan hingga tertarik satu helai benang satu warna, Hitam menjadi perspektif ketakutan, menyeramkan, misterius bahkan ketidakbaikan yang berlawanan dengan putih sang suci cahaya surga, pakaian para malaikat Tuhan yang tak pernah ternoda.
Seorang teman menarik putih, dan ia beralasan lebih dan kurang seperti perspektif umum yang telah ada. Namun seorang teman lainnya menarik benang hitam dengan sengaja. Tampak seperti menarik dosa terang-terangan padahal ada pahala nan putih menyegarkan. Pandangan sebagian manusia.
Teman yang menarik benang hitam pun beralasan, bahwa bukan suatu kesalahan ia menarik benang hitam saat putih tersedia, tetapi akan kau kemanakan benang-benang itu..? hitamkah ia, putih? merah? biru? ataupun berwarna pelangi nan indah, bila kau menggunakan benang itu pada kebaikan diri dan lingkungan, maka pakailah benang-benang mu pada tempat terbaik mu bukan membedakan warna lalu memandang sebelah mata arti sebuah warna untuk seorang kawan ataupun kawanan.

Selasa, 18 Oktober 2011

Tepian dimensi

Aku terjebak dalam fantasi tak dimengerti
penuh angka dan lambang yang rata
tak ada cerita atau fakta dari air muka mereka
rata dan sama, dimensi mana berdasar padanya

Selasa, 28 Juni 2011

Mengapa mendaki gunung?

Jika diibaratkan dengan hal, maka saya akan mengibaratkan seratus hal, mungkin lebih.
Jika diibaratkan dengan lukisan, maka saya akan melukis seratus lukisan, mungkin lebih.
Jika saya harus menuliskannya, maka saya harus memulai menulis dari awal pendakian gunung yang saya lakukan hingga pendakian terakhir nanti diakhir hidup saya, barulah semua alasan dapat tersampaikan