Tumpukan benang kusut berwarna-warni. Tumpukan kesempatan mencabut ujung tanpa mengacaukan kusutan hingga tertarik satu helai benang satu warna, Hitam menjadi perspektif ketakutan, menyeramkan, misterius bahkan ketidakbaikan yang berlawanan dengan putih sang suci cahaya surga, pakaian para malaikat Tuhan yang tak pernah ternoda.
Seorang teman menarik putih, dan ia beralasan lebih dan kurang seperti perspektif umum yang telah ada. Namun seorang teman lainnya menarik benang hitam dengan sengaja. Tampak seperti menarik dosa terang-terangan padahal ada pahala nan putih menyegarkan. Pandangan sebagian manusia.
Teman yang menarik benang hitam pun beralasan, bahwa bukan suatu kesalahan ia menarik benang hitam saat putih tersedia, tetapi akan kau kemanakan benang-benang itu..? hitamkah ia, putih? merah? biru? ataupun berwarna pelangi nan indah, bila kau menggunakan benang itu pada kebaikan diri dan lingkungan, maka pakailah benang-benang mu pada tempat terbaik mu bukan membedakan warna lalu memandang sebelah mata arti sebuah warna untuk seorang kawan ataupun kawanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar